Penyakit Demam Berdarah: Gejala, Penyebab & Pengobatan

Penyakit Demam BerdarahPenyakit Demam berdarah atau yang kerap dikenal dengan sebutan DBD ini merupakan sejenis penyakit demam yang dipicu oeh virus dengue melalui sengatan nyamuk aedes aegypti serta aedes alpopictus.

Adapun kerja virus dengue tersebut dapat mengacaukan sistem kerja peredaran darah dalam tubuh, terutama pembuluh darah kapiler. Hal yang paling membahayakan dari kacaunya sistem kerja darah tersebut dapat menyebabkan pembekuan darah yang juga dapat berujung pada pendarahan yang berujung pada kematian.

Hal itulah yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue atau DBD ini tidak dapat dianggap sebelah mata dan harus memerlukan penanganan medis sedini mungkin.



Penyakit Demam berdarah kerap dialami oleh penduduk yang tinggal di negara tropis, seperti India, Brazil, Amerika Latin, dsb. Namun penyakit ini tidak ditemukan pada daerah seribu meter diatas permukaan laut, seperti di daerah pegunungan, dsj.

Penyebab Penyakit Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah hampir sama dengan penyakit cikungunya yang ditularkan melalui nyamuk aedes aegypti. Adapun penyebab demam berdarah dapat dipicu oleh berbagai sebab seperti:

    1.Membiarkan genangan air di halaman rumah selama berminggu-minggu.

    2.Jarang menguras air bak atau kolam sehingga meninggalkan jentik nyamuk berkembang.

    3.Membiarkan pakaian yang tidak dicuci menumpuk atau tergantung selama berhari-hari.

Gejala Penyakit Demam Berdarah

Penyakit demam berdarah kerap mengecoh dokter maupun bidan yang memeriksa penyakit ini, terutama karena miripnya kondisi penyakit dengan penyakit pilek dan tipus biasa. Gejala penyakit demam berdarah baru dapat dideteksi lebih mudah setelah penyakit memasuki hari ke-3 hingga ke-15 hari setelah virus dengue bersarang dalam darah penderita. Pada masa itu juga disebut dengan masa inkubasi virus. Pada tahap berikutnya penderita akan mengalami beberapa gejala berikut:

    1.Mengalami panas dingin / demam selama dua hingga tujuh hari berturut-turut.

    2.Adanya bintik-bintik merah pendarahan jika melalui uji tes torniquet.

    3.Buang air besar mengandung darah dan lendir.

    4.Pendarahan pada lipatan kelopak mata.

    5.Terjadi mimisan pada hidung.

    6.Terjadi pembengkakan pada organ hati.

    7.Kadar tekanan darah merosot tajam hingga dapat menyebabkan tak sadarkan diri.

    8.Kadar trombosit darah berada dibawah batas normal, yaitu dibawah 100.000 per-mm trombositopeni dengan kenaikan pada hematokrit hingga 20 persen dari kadar normal.

    9.Mengalami beberapa gejala seperti mual, muntah, menghilangnya nafsu makan, nyeri pada perut, diare, menggigil, sakit kepala, hingga kejang-kejang.

    10.Nyeri pada otot dan sendi.

Pencegahan Penyakit Demam Berdarah

Adapun cara terbaik untuk menghindari penyakit ini adalah dengan menghindari pula keberadaan nyamuk aedes aegypti. Nyamuk ini menyerang pada siang hari, bukan malam hari seperti kebanyakan nyamuk pada umumnya.

Untuk menghindarkan nyamuk ini, cara paling efektif adalah dengan memberantas nyamuk dan sarang jentik-jentiknya, membersihkan sampah yang berkeliaran, menaburkan obat anti jentik nyamuk (bubuk abate) pada bak mandi atau kolam, memperbaiki sirkulasi udara di rumah dan kamar.

Selain itu, pemeliharaan ikan di kolam juga efektif, karena umumnya jentik-jentik nyamuk merupakan santapan lezat bagi ikan.

Mengajukan pengasapan atau fogging dari rumah ke rumah setidaknya sekali dalam sebulan. Umumnya pada lingkungan warga yang dikordinir oleh RT dan RW setempat akan melakukan aktivitas pembersihan ini secara berkala.

Pengobatan Demam Berdarah

Berikut adalah 6 metode pengobatan terhadap penyakit ini, antara lain:

1.Memberi perhatian pada pemberian pertolongan pada pendarahan yang terjadi pada penderita DBD dengan memberinya banya air putih setiap beberapa jam. Air boleh berupa minuman seperti teh, sirup, susu. Air merupakan kebutuhan yang sangat diperlukan bagi penderita demam berdarah.

 2.Pertolongan melalui infus yang bertujuan untuk menyelamatkan penderita dari kehabisan cairan tubuh atau dehidrasi.

 3.Apabila kadar jumlah platelet menurun drastis, maka transfusi platelet diperlukan.

 4.Mengkonsumsi obat-obatan yang dianjurkan oleh dokter, seperti parasetamol, garam oralit, beberapa jenis antibiotik.

 5.Mengkompres demam tubuh menggunakan air dingin (namun bukan air es). Selain air dingin, alkohol adalah bahan pengkompres yang lebih baik lagi. Penggunaan air es untuk mengkompres haruslah dihindarkan!

6.Banyak mengkonsumsi jus jambu. Adapun manfaat jambu secara khusus adalah untuk memulihkan cairan intravena dan meningkatkan kembali zat trombosit darah. Jambu dikenal sebagai buah yang digunakan untuk mengobati penyakit demam berdarah.

Selain beberapa tips pengobatan diatas, jangan lupa untuk segera memeriksakan diri ke dokter begitu terserang oleh penyakit DBD. Karena penanganan medis merupakan cara tercepat dan teraman yang bisa dilakukan.

Demikianlah informasi mengenai Penyakit Demam Berdarah: Gejala, Penyebab dan Pengobatan. Semoga bermanfaat.

Komentar

Postingan Populer